Menghubungkan Akun Telegram
Flow menghubungkan akun member atau admin WordPress dengan akun Telegram untuk menerima notifikasi personal.
Penghubungan akun diperlukan agar Sejoli mengetahui bahwa sebuah akun WordPress dan sebuah akun Telegram dimiliki pengguna yang sama. Saat ini, proses binding harus dimulai dari halaman Profile dalam keadaan login.
Ringkasan Flow yang Tersedia
Flow Member: Profile ke Telegram
sequenceDiagram
participant M as Member
participant P as Member Area Profile
participant T as Telegram Bot
participant W as Situs WordPress
M->>P: Login dan buka Profile
M->>P: Klik Connect Telegram
P-->>M: Buka deep link dengan token sekali pakai
M->>T: Klik Start
T->>W: Kirim command /start dengan payload koneksi
W->>W: Validasi user, token, dan konflik akun
W-->>T: Simpan identitas Telegram pada user
T-->>M: Konfirmasi akun berhasil terhubung
P->>W: Poll status koneksi
W-->>P: connected = true
P-->>M: Tampilkan Telegram Terhubung
Langkah pengguna:
- Login ke Member Area
- Buka Profile
- Klik Connect Telegram
- Klik Start di Telegram
- Tunggu konfirmasi
Deep link secara konsep berbentuk:
USER_ID dan token dibuat server. Pengguna tidak perlu membuat atau mengetik payload ini secara manual.
Mengapa /start Polos Tidak Cukup?
Ketika seseorang membuka bot langsung dan mengirim:
bot hanya menerima data Telegram seperti Telegram user ID, Chat ID, nama, dan username jika tersedia. Data tersebut tidak dapat membuktikan akun WordPress mana yang dimiliki pengguna.
Karena itu, jika chat belum terhubung, bot akan mengarahkan pengguna untuk:
- Login ke Member Area.
- Membuka halaman Profile.
- Menekan Connect Telegram.
- Kembali ke bot dan menekan Start dari deep link tersebut.
Flow bot-first tetap berguna sebagai petunjuk, tetapi bukan metode binding mandiri.
Validasi dan Keamanan
Saat menerima deep link, server melakukan pemeriksaan berikut:
- Payload mempunyai user ID dan token.
- Token acak cocok dengan token aktif yang dibuat situs untuk user tersebut; token berlaku 15 menit dan hanya dapat dipakai sekali.
- Akun WordPress masih ada.
- Chat Telegram belum terhubung ke akun WordPress lain.
Jika valid, server menyimpan Telegram user ID, username, waktu binding, dan Chat ID pada profil user.
Konflik Akun
Satu Chat ID Telegram tidak dapat dihubungkan ke dua akun WordPress berbeda pada situs yang sama.
Jika chat sudah terhubung ke akun lain, bot menolak binding baru. Pengguna harus:
- Login ke akun WordPress lama.
- Buka Profile.
- Klik Putuskan Telegram.
- Login ke akun WordPress baru.
- Ulangi flow Connect.
Jika pengguna tidak dapat mengakses akun lama, administrator dapat membantu memutus koneksi dari halaman edit user di WordPress.
Disconnect dan Reconnect
Pada Profile yang sudah terhubung, klik Putuskan Telegram. Tindakan ini menghapus data binding dari user sehingga notifikasi personal tidak lagi dikirim ke chat tersebut.
Setelah disconnect, pengguna dapat:
- Menghubungkan kembali akun Telegram yang sama.
- Menghubungkan akun Telegram berbeda dengan membuka link Connect menggunakan akun Telegram yang diinginkan.
Flow Admin
Notifikasi transaksi untuk admin
Admin tidak perlu menghubungkan profile WordPress untuk menerima broadcast notifikasi admin. Masukkan Chat ID admin pada:
Semua ID yang dikonfigurasi akan menerima notifikasi admin.
Menghubungkan profile admin
Jika akun WordPress admin perlu menerima notifikasi personal sebagai user, admin dapat membuka profile miliknya sendiri dan mengikuti flow Connect yang sama seperti member.
Hubungan dengan Pengaturan Notifikasi Member
Pengaturan Aktifkan notifikasi Telegram untuk member mengontrol pengiriman notifikasi personal kepada buyer dan affiliate yang sudah terhubung. Pengaturan ini bukan mekanisme identifikasi akun.
- Binding menyimpan hubungan akun WordPress ↔ Telegram.
- Toggle notifikasi member menentukan apakah hubungan tersebut digunakan untuk pengiriman notifikasi.
Admin Chat IDsmenentukan penerima broadcast admin secara terpisah.
Syarat Teknis Agar Flow Berhasil
Admin situs perlu memastikan:
- Lisensi Sejoli Telegram valid.
- Bot Token dan Bot Username sudah benar.
- Webhook bot mengarah ke situs dan dapat menerima update Telegram.
- Situs memakai HTTPS publik yang dapat dijangkau Telegram.
- Rewrite/permalink situs berfungsi jika webhook non-REST digunakan.
Jika tombol Connect membuka bot tetapi Start tidak menghasilkan balasan, periksa konfigurasi webhook dan log response Telegram pada halaman Troubleshooting.
Last updated Aug 14, 2026