Pengenalan Webhook

Gambaran umum cara kerja Webhook dan kapan fitur ini digunakan.

Webhook digunakan untuk mengirim data dari Sejoli ke sistem eksternal ketika event tertentu terjadi. Berbeda dengan API biasa yang harus dipanggil dari luar, Webhook bekerja secara otomatis dari WordPress ke endpoint tujuan.

  1. Step 1: Customer melakukan order

    Customer melakukan order di Sejoli.

  2. Step 2: Event order dijalankan

    Sejoli menjalankan event order.

  3. Step 3: Konfigurasi webhook ditemukan

    Webhook menemukan konfigurasi yang memakai event tersebut.

  4. Step 4: Payload JSON disusun

    Webhook menyusun payload JSON.

  5. Step 5: Payload dikirim

    Payload dikirim ke endpoint tujuan.

  6. Step 6: Hasil dicatat

    Hasil pengiriman dicatat di log.

Contoh Penggunaan

Webhook dapat dipakai untuk beberapa kebutuhan berikut:

  • Mengirim order baru ke Google Sheets melalui Apps Script.
  • Mengirim data transaksi ke CRM.
  • Mengirim notifikasi ke sistem internal.
  • Menghubungkan Sejoli dengan automation tool seperti n8n, Make, atau Zapier.
  • Menjalankan proses lanjutan di aplikasi eksternal setelah order selesai.

Komponen Utama

Setiap konfigurasi Webhook memiliki beberapa bagian utama:

KomponenKeterangan
Endpoint URLURL tujuan pengiriman payload.
HTTP MethodMethod request seperti POST, GET, PUT, atau DELETE.
Custom HeadersHeader tambahan untuk autentikasi atau kebutuhan integrasi.
Trigger EventsEvent Sejoli yang akan memicu webhook.
Payload TemplateTemplate JSON yang dikirim ke endpoint tujuan.
TimeoutBatas waktu request dalam detik.
Retry AttemptsJumlah percobaan ulang saat request mengalami error tertentu.

Base Notify Endpoint

Selain pengiriman webhook ke endpoint eksternal, plugin juga menyediakan endpoint notify tambahan:

text
/wp-json/sejoli-notify/v1

Endpoint ini digunakan untuk kebutuhan feed/sink tertentu dan dijelaskan di halaman Notify Feed/Sink API.

Last updated Jul 7, 2026